Langsung ke konten utama

Profil Dusun Banjarharjo II

Terletak di Desa Muntuk, Dlingo, Bantul, Banjarharjo II merupakan sebuah dusun yang terbagi menjadi dua wilayah. Wilayah pertama, terdiri atas RT 01 sampai dengan RT 04, di bagian timur, dan wilayah kedua yang akrab disebut Ngliseng, mencakup RT 05, 06, dan 07 di bagian barat. Kedua wilayah tersebut terpisah oleh jalan menuju Puncak Pinus Becici, dan dengan jalan turun yang curam menuju Ngliseng.

Secara demografis, menurut data yang didapat pada tahun 2017, terdapat sebanyak 150 KK di Ngliseng, dengan sebagian besar penduduknya berspesialisasi di bidang pertanian. Wilayah Ngliseng juga dipagari oleh terasering dalam jumlah yang besar, menghiasi jalan menurun yang menghubungkannya dengan daerah Pucung.

Sedangkan RT 01 sampai dengan RT 04 dihuni oleh sebanyak 170 KK, dengan akses jalan yang tidak securam Ngliseng. Warga di sini lebih terfokus pada bidang mebel sebagai pekerjaannya, yang dapat pula terlihat dari banyaknya toko mebel di wilayah tersebut.

Dari bidang infrastruktur pendidikan, terdapat satu Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan juga sebuah bangunan Pendidikan Anak Usia Dasar (PAUD). Ngliseng memiliki sebuah SD pula, serta fasilitas PAUD yang baru didirikan pada tahun 2013. Selain itu, terdapat satu masjid masing-masing bagian; RT 01 sampai dengan RT 04, RT 06, dan RT 05 dan 07.


Dalam struktur pemerintahannya, tempat Kepala Dukuh pada tahun 2017 berada di Ngliseng, yang juga merangkap menjadi fasilitas PAUD. Wakil Kepala Dukuh berada di RT 01 sebagai perwakilan di Banjarharjo II bagian atas. Selain itu, organisasi pemuda-pemudi terpisah menjadi tiga; RT 05 dan 07, RT 06, serta RT 01 sampai dengan RT 04.

Secara adat dan budaya, dusun ini termasuk Islami, dengan pengajian yang sering dilakukan untuk merayakan sesuatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Wisata Air Terjun Banyunibo Ngliseng

Pada rute menurun terjal menuju Ngliseng, dapat ditemukan sebuah pertigaan; terus mengikuti jalan yang beraspal akan membimbing pejalan ke wilayah yang mencakup RT 05 dan 07 Banjarharjo II tersebut, sedangkan mengikuti jalan yang masih telanjang tanpa pembangunan akan membawa pejalan ke gerbang petualangan menuju sebuah air terjun tersembunyi. Rute terbengkalai ini dihiasi dengan flora yang tumbuh liar tanpa aturan di setiap sisinya, namun ada pula bagian di mana para petualang ditemui dengan lanskap khas sebuah daerah di pegunungan, di mana dengan cuaca tanpa kabut mereka dapat melihat sebagian kota Yogyakarta di kejauhan, menyala gemerlapan pada malam hari. Lambat laun, langkah para pejalan akan menjunjung mereka dari jalan yang memberi ampun menjadi pendakian terjal di samping pegunungan di mana satu langkah dapat menentukan nasib mereka. Untungnya, banyak batang dan ranting pohon yang dapat dijadikan pegangan, namun secara garis besar perjalanan ini tidak disarankan ...